SIASAT KECIL HIJAUKAN JAKARTA
Prayogi, Republika

Hasil riset Jones Lang LaSalle Indonesia (konsultan properti internasional) menyebutkan, pertumbuhan gedung tinggi di wilayah DKI Jakarta dalam periode 2009 hingga 2012 mencapai 87,5 persen. Fakta itu menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota dengan pertumbuhan pencakar langit tercepat di dunia. Sementara itu, berdasarkan data Bappeda DKI Jakarta tahun 2011, jumlah ruang terbuka hijau (RTH) yang dimiliki Jakarta saat ini hanya 9,8 persen dari keseluruhan luas wilayah. Keterbatasan lahan di Jakarta menjadi kendala utama dalam peningkatan RTH di wilayah Ibu Kota. Untuk itu, peran dan kerja sama masyarakat sangat diperlukan.

Cara paling mudah untuk menambah RTH di Jakarta adalah dengan menghijaukan tiap jengkal lahan yang ada di rumah. RTH privat ini tentunya akan menambah luasan RTH kota. Ketika pembebasan lahan untuk penghijauan lajunya terlampau pelan, kepedulian dan komitmen warga dalam satu lingkungan untuk menghijaukan huniannya seolah menjadi oase di tengah kepungan hutan beton. Menanam pohon di lahan sempit, menumbuhkannya di dalam pot, ataupun pembuatan taman vertikal merupakan siasat jitu bagi upaya penghijauan.

Inisiatif warga di Kampung Hijau patut diacungi jempol. Dengan peran aktif warganya, Kampung Hijau telah membantu memperbanyak RTH di Jakarta. Pulang ke kediamannya, warga yang seharian beraktivitas di belantara beton akan terbuai oleh keteduhan dan keasrian lingkungan tempat tinggalnya. Mereka menunjukkan siapa pun bisa turut berperan aktif menghijaukan Jakarta dengan cara yang sederhana.

Pemberdayaan bagi saya adalah proses bagaimana individu atau kelompok yang berusaha mengeluarkan potensi atau mengontrol kehidupan mereka sendiri dan membentuk masa depan sesuai dengan keinginan.


Prayogi

Awalnya, fotografi bukan hal menarik bagi Prayogi. Namun di tahun 2006, ketika bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Wretta Aksa fotografi dan jurnalistik Universitas Nasional, ia menemukan serunya bermain-main dengan kamera. Ada kalimat dari seorang seniornya yang selalu diingat: “Hasil jepretanmu akan menjadi suatu sejarah, terutama dalam kehidupanmu.”

Tahun 2011, ia bekerja di harian Republika sebagai pewarta foto. Baginya, pewarta foto merupakan pekerjaan yang selalu ‘bermain-main’. Bekerja atas dasar hati yang senang bukan karena beban terpaksa.