MENYEMAI MIMPI MENUAI PRESTASI
Jessica Margaretha, TopSkor

Regenerasi adalah sebuah keniscayaan. Ada yang alami seperti daun hijau menguning, mengering, lalu gugur. Ada pula yang didesain sesuai kebutuhan, di ranah olahraga misalnya.

Klub-klub olahraga menjamur di seantero negeri dan di dalamnya bibit-bibit muda bersaing sejak dini untuk bertahan dalam siklus latihan panjang menuju jenjang juara. Yang kalah mengalah dan terpinggirkan, yang menang terus melaju tak terhentikan.

Di Rawamangun Atletik Center (RACe), proses regenerasi berlangsung dari waktu ke waktu. Bocah-bocah lucu datang berlatih mulai dari usia taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Harapannya, tentu saja, mereka kelak bisa menggantikan seniornya seperti: Ahmad Sakeh Sumarsono (DKI) jawara 400 m dan 200 m di PON 2004, Syafwaturrahman (NTB) juara 200 m Kejurnas Atletik 2013, Dedeh Erawati (DKI) yang tak tertandingi di 100 m gawang PON 2012, atau Rudy Yanwaf, atlet senior andalan Papua Barat.

Nyatanya, bocah-bocah lucu dan lugu itu memang bertekad menjadi atlet besar. Tampil mewakili daerahnya di event nasional seperti kejurnas dan PON. Jika mulus, mewakili Indonesia tercinta di ajang SEA Games, Asian Games, bahkan Olimpiade.

Impian masa depan yang sejak kini sudah mulai mereka bayar dengan bulir-bulir keringat yang membasahi dahi, leher, dan sekujur tubuh mungil mereka. “Saya ingin jadi juara, ingin mewakili Indonesia di SEA Games atau kejuaran dunia,” kata Raihan, 10 tahun, salah satu siswa di RACe.

Agung Mulyawan selaku pelatih kepala menuturkan bahwa di tempat ini, teknik dan mental ditempa seiring sejalan. Rasa percaya diri dibangkitkan dan sikap minder ditanggalkan. Hasil latihan dipertaruhkan di arena sesungguhnya seperti Kejuaraan Atletik Bulanan tingkat SD DKI Jakarta.

Ada yang menang, ada yang kalah. Seleksi alamiah yang pasti terjadi. Dan, dalam keseluruhan pergumulan proses panjang dan melelahkan itu, Agung berharap bisa ikut mengantar Raihan dan kawan-kawan mewujudkan mimpi-mimpi mereka, menjadi juara atas nama Indonesia tercinta.

Pemberdayaan: menggali minat dan bakat yang masih belum terlalu menonjol, diasah dan dikembangkan melalui berbagai proses sehingga akhirnya dapat lebih berdaya, dan dengan tujuan akhir siap untuk regenerasi.


Jessica Margaretha

Lebih akrab disapa Jeje. Lahir di Cirebon tanggal 26 Januari 1989. Mengenal fotografi jurnalistik sejak belajar di Galeri Foto Jurnalistik Antara pada tahun 2011. Ia memulai karirnya sebagai pewarta foto olahraga di Harian Olahraga TopSkor pada tahun 2012. Pernah ikut dalam pameran foto jurnalistik dengan tajuk “Imatajinasi” pada tahun 2011.

Penghargaan foto jurnalistik yang pernah diraihnya, antara lain: Juara 1 Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2011 untuk kategori Olahraga & Finalis juara 3 besar Anugerah Adiwarta 2012 untuk kategori Olahraga.