SENTUHAN KASIH BAGI JIWA RAPUH
Cheppy A. Muchlis, Kontan

Yayasan Keris Nangtung, yayasan sosial nirlaba yang diresmikan pada 22 Juli 2008 mendedikasikan diri menampung dan merehabilitasi orang-orang yang mengalami gangguan jiwa, khususnya penderita yang berkeliaran di jalan-jalan sekitar kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Yayasan ini hidup hanya mengandalkan derma para donatur. Pemerintah daerah hanya meminjamkan areal bekas terminal bus Cilembang kota Tasikmalaya, sementara kebutuhan hidup dan biaya operasional sepenuhnya dilimpahkan kepada Yayasan Keris Nangtung.

Pasiennya kini berjumlah 134 orang yang ditempatkan dalam delapan kamar bekas kios-kios yang tak terpakai. Jangan berharap ada fasilitas nyaman layaknya rumah sakit. Sebagai contoh, semua ruang inap tidak memiliki lampu penerangan, ranjang, selimut atau kebutuhan mendasar lainnya.

Karena alasan keterbatasan tenaga dan biaya, yayasan ini memberdayakan tenaga pasien yang dinyatakan hampir sembuh untuk membantu merawat pasien lainnya.

Tidak ada metode medis dalam upaya penyembuhan penderita gangguan jiwa di yayasan ini. Dadang Heriadi (45) selaku pimpinan panti menyatakan, metode ‘sentuhan’ (memperlakukan pasien selayaknya orang normal) dipercaya dapat menyembuhkan penyakit gangguan jiwa ini. ‘Dulur’ yang berarti Saudara adalah sebutan bagi para pasien di yayasan ini.

Terapis yang aktif di panti ini hanya berjumlah tiga orang, termasuk pemimpin yayasan. Mereka tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dalam menangani penderita gangguan jiwa dan hanya belajar dari pengalaman saja.

Menurut data yang dilansir BBC Indonesia dari 237 juta penduduk Indonesia saat ini, hanya ada sekitar 616 psikiater, atau seorang ahli jiwa untuk menangani 400.000 penduduk. Ini sangat jauh dari perbandingan ideal layanan kesehatan mental yakni satu psikiater untuk 30.000 penduduk.

Bila mengacu pada data tersebut maka beruntunglah penderita yang dapat sembuh dan kembali ke masyarakat. Lalu bagaimana kesempatan dan nasib penderita lainnya?

Pemberdayaan: Suatu upaya pendampingan dari individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lainnya untuk menjadikan hidup lebih baik.


Cheppy A. Muchlis

Lahir di Ciamis, 28 Oktober 1978. Mengambil bidang jurnalistik semasa kuliah di Institut Ilmu Sosial & Ilmu Politik (IISIP) Jakarta dan aktif di klub fotografi kampusnya. Cheppy menguasai dua bahasa asing, Inggris dan Jerman.

Pernah bekerja sebagai pewarta foto di majalah bisnis dan ekonomi Trust (2001-2003), asisten editor foto majalah berita Tempo (2003-2007). Sejak 2007 hingga kini bergabung di Kontan Business & Investment Daily.