PUSAKO MINANG
Atet Dwi Pramadia, Media Indonesia

Seorang kawan di perantauan berkata: “Kalau kau lapar, jauh dari rumah, dan bingung memilih menu makanan, paling aman cari rumah makan Padang saja, standar lidah Nusantara.”

Nasi Padang adalah sebutan populer produk kuliner khas Minagkabau, merajuk pada nama ibu kota provinsi asalnya, Sumatra Barat. Masakan yang sarat akan bumbu tradisional ini sangat akrab bagi hampir setiap lidah orang Indonesia. Santan menjadi bahan utama kebanyakan menu. Dipadu dengan percampuran bumbu rempah-rempah khas wilayah subtropis, membuat rasa masakan menjadi gurih dan lezat.

Tradisi orang minang yang hidup merantau membuat masakan Padang berfungsi juga sebagai bentuk lain syiar nilai-nilai leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Melalui para koki sebagai pembawa pesan, masakan Padang kemudian masuk dan menyesuaikan diri ke setiap lapisan masyarakat. Hal ini persis Tan Malaka, yang membawa angin segar teori pembebasan kepada orang-orang yang bermukim di Pulau Jawa pada masa feodal, tanpa harus kehilangan cirinya.


Atet Dwi Pramadia

Mengikuti pelatihan foto jurnalistik di Galeri Foto Jurnalistik Antara ke-17 pada 2011, dan menggelar pameran pertamanya bersama 32 peserta workshop pada 2012 bertajuk “Imatajinasi”.

Pria asal Batusangkar, Sumatra Barat, ini kemudian memulai karier profesional pada awal 2012 sebagai kontributor di harian Media Indonesia hingga kini.