Kampung Dodol Betawi

Nita Dian Afianti (Tempo, Jakarta)

Kawasan kalibata sudah lama tersohor sebagai Kampung Dodol Betawi. Dodol Betawi Bu Mimin salah satu yang tersohor. Sekitar 60 tahun, pabrik di jalan Angsana I ini mengebul. Kini setiap harinya, 40 pekerja mengaduk dodol dengan 15 tungku. Rata-rata 30 loyang dodol dihasilkan. Selain Bu Mimin, ada banyak sentra pengadukan dodol di sekitar Kalibata. Beberapa di antaranya masih bertalian darah dengan bu Mimin. Saat bulan Ramadhan, aktivitas ngaduk dodol ini naik hingga 90 persen. Pembelinya bukan hanya perorangan, justru sebagian besar para reseller. Bagi warga Betawi, memberikan dodol saat silaturahmi Lebaran merupakan tanda penghormatan kepada kolega yang lebih tua.


Nita Dian

Nita Dian mengawali karier dalam bidang jurnalisme sebagai penulis sebuah majalaj in-house. Kegemaran pada fotografi mendorongnya beralih profesi menjadi Photo Researcher di tempo.co selama 1,5 tahun. Setelah bertugas di Majalah Tempo selama empat tahun, ia kini berlabuh di harian Koran Tempo. Bagi Nita, hidup bukan tentang tujuan, tapi proses mencapai tujuan, layaknya sebuah perjalanan. Ia kerap solo travelling untuk membingkai keunikan Indonesia dan beberapa negara Asia serta Eropa. Karyanya pernah menghias buku Journey to Indonesia yang diterbitkan Wonderful Indonesia dalam berbagai bahasa. Dengan dukungan European Journalism Centre, Nita juga terlibat dalam proyek Perempuan Berdaya untuk memperingati 90 tahun Kongres Perempuan Indonesia. Sejak 2019, Lulusan jurusan Jurnalistik Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini mulai aktif mengajar fotografi di Tempo Institute.