Call Me Bude

Adi Maulana Ibrahim (Katadata.co.id, Jakarta)

“Dari Instagram, aku belajar dua cara menyukai. Mengetuknya dua kali atau menyentuhnya tepat di hati.”

Begitulah bunyi salah satu quote Bude Sumiyati dalam akun Instagram @budesumiyati. Kata-kata nyeleneh, ditambah postingan foto nyentrik, memenuhi galeri Instagram yang memiliki 217.000 pengikut itu. Ribuan komentar menimpali dengan nada riang dan gembira.

Lahir dari media sosial pada tahun 2016, Bude yang berperawakan tambun, bertato di sekujur tubuh, dan berambut pink ini berhasil memikat jutaan pasang mata pengguna Instagram. Di tengah konstruksi sosial bahwa perempuan dipandang cantik ketika berkulit mulus, singset, atau bahenol, Bude menerobos batasan-batasan tersebut.

Perempuan bernama asli Neti Herawati ini terus memperbarui diri dan pikiran supaya bisa searus dengan zaman. Sosok Bude Sumiyati kerap menjadi perbincangan publik, khususnya para pengguna jejaring sosial. Banyolan khas yang tercantum dalam unggahan foto antiknya jadi sorotan.

Bude memperlihatkan bahwa kecantikan bukan melulu penilaian empiris kondisi tubuh. Melebihi itu, kecantikan terpancar dari perilaku sederhana dan humoris yang melekat dalam kesehariannya. Memanfaatkan media sosial, Bude berbagi kebaikan dengan kata-kata yang menghibur dan inspiratif.

“Semoga kecantikanku tidak sampai mengintimidasimu.”


Adi Maulana Ibrahim

Adi Maulana Ibrahim sering dipanggil Adiw mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2018 sebagai fotografer, karyanya pernah diterbitkan di media nasional seperti Jawa Pos dan Media Indonesia. Sekarang Adiw bekerja sebagai fotografer di Katadata.co.id, Jakarta. Pria kelahiran Bandung, 9 Maret 1995 ini tertarik pada dunia jurnalistik sejak kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung dan bergabung dengan Komunitas Foto Jurnalistik Photo’s Speak, di sanalah Adiw belajar banyak mengenai fotografi. Bagi Adiw fotografi adalah merawat ingatan.