Wisuda Tanpa Kemeriahan

Thoudy Badai Rifanbillah (Republika, Jakarta)

Hampir semua sektor dalam kehidupan masyarakat terkena dampak dari pagebluk korona, termasuk sektor pendidikan. Mulai dari kegiatan belajar tatap muka yang ditiadakan hingga prosesi kelulusan siswa yang dilakukan dengan cara berbeda.

Di tengah Pandemi Covid-19, momen wisuda dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari wisuda drive thru hingga wisuda daring guna menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus korona.

Natalia Delvi Cintya (23) dan Dini Siti Rosdiani (23), mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) jurusan Pendidikan Bisnis merupakan salah dua dari ratusan bahkan ribuan mahasiswa yang harus merasakan wisuda secara daring dirumahnya.

Banyak kendala yang dialami Natalia dan Dini dalam mempersiapkan prosesi wisuda daring, mulai dari kendala gangguan sinyal, susah log in ke salah satu platform penyedia layanan wisuda online, hingga terbatasnya akses komunikasi tatap langsung.

Prosesi wisuda secara daring di rumah juga dilakukan secara unik, dimana ia dan temannya memindahkan tali toga sendiri di hadapan layar laptopnya. “Terasa aneh, tapi seru juga waktu jalaninnya,” kata Natalia. Dia menambahkan, disisi lain wisuda daring ini juga cukup menghemat biaya pengeluaran untuk wisuda.

Perayaan wisuda secara daring, tentu menjadi pengalaman yang berharga, pasalnya pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran untuk menjadi pelajar yang tangguh, mental baja dan kuat. “Meski perayaan wisuda tidak bisa merasakan euforia auditorium kampus, ucapan selamat dari teman-teman, karangan bunga dan hadiah yang memenuhi isi mobil, tapi ya ini jadi momen langka. Kita jadi kaya lulusan yang limited” ujar Dini.

Keduanya berharap agar pandemi segera usai, peluang kerja segera terbuka lebar, dan keadaan terus membaik untuk segera merealisasikan mimpi-mimpi yang sempat tertunda akibat pagebluk ini.


Thoudy Badai Rifanbillah

Thoudy Badai Rifanbillah lahir di Bandung, 12 September 1996. Ia mengenal dunia fotografi saat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan bergabung bersama komunitas foto Photo's Speak. Ia mengawali karier sebagai pewarta foto sejak tahun 2019 di Harian Republika - tempatnya kini bekerja, pada desk sosial budaya, metropolitan, dan nasional. Ia pernah mengikuti XL Axiata Photojournalist Mentorship tahun 2020, juga ikut berpartisipasi sebagai pameris di Solo Photo Festival tahun 2020.