MUSIK ZEINA
Clara Prima, Stringer Agency France Presse (AFP)

Zeina Nabila, 22, adalah penderita Down Syndrome yang giat mengeksplorasi minat dan potensinya di bidang seni musik. Mulai berkenalan dengan gamelan saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Melihat minatnya, kedua orangtua sepakat memasukannya ke dalam sebuah kelompok gamelan bernama Difabel Hita Mandiri (DHM). Setelah lulus SMP dan tidak lagi bergabung dengan kelompok gamelan di sekolah tersebut, Zeina masih aktif berlatih.

DHM adalah sebuah kelompok gamelan untuk anak berkebutuhan khusus. Didirikan oleh para orangtua dari anak-anak berkebutuhan khusus pada tahun 2006 untuk menjawab kegelisahan para orangtua akan ketersediaan tempat dan fasilitas bagi anak-anak berkebutuhan khusus di bidang seni musik terutama gamelan.

Setiap Rabu, Zeina, yang sehari-hari bekerja sebagai staf administrasi di Taman Musik Dian Indonesia selalu menyempatkan ikut latihan gamelan selama dua jam di studio DHM di Duren Tiga.

Selain memegang saron, ia pun belajar menyinden (bernyanyi dalam bahasa Jawa). Selama bergabung dengan DHM, Zeina telah mengikuti sejumlah pertunjukan gamelan termasuk yang diadakan oleh Kedutaan Besar Kanada dan Yogyakarta Gamelan Festival.

Selain gamelan, Zeina juga giat mengasah kemampuannya bermain piano. Sudah dua tahun terakhir, ia belajar piano dengan beberapa guru privat, salah satunya Ibu Wati yang seminggu sekali selama dua jam sabar membimbingnya berlatih.

Beragam aktivitas dan fasilitas untuk eksplorasi potensi dan minat anak berkebutuhan khusus diharapkan mampu memberikan pengajaran yang mengarah pada pengembangan diri sehingga anak berkebutuhan khusus akan memiliki kepercayaan diri dan bisa mandiri dengan kemampuan yang dimiliki.


Clara Prima

Clara Prima memulai karir fotografinya sejak tahun 2010 sebagai fotografer magang di Jakarta Globe selama tiga bulan. Selesai magang, Clara kembali ke Yogyakarta untuk menyelesaikan studinya di Fakultas Seni Media Rekam, Jurusan Fotografi di Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta dan lulus pada bulan September 2011. Selama menyelesaikan studinya, ia bekerja sebagai fotografer independen untuk berbagai media cetak dan online di Indonesia. Saat ini, ia menjadi kontributor tetap untuk Agency France Presse (AFP) di Yogyakarta.