IKHTIAR UNTUK SANG BUAH HATI
AGOES RUDIANTO, Fotografer Lepas

Lima hari dalam sepekan, pasangan Azelia Trifiana dan Renda mesti berjibaku melawan kemacetan Jakarta demi rasa aman. Berangkat pukul enam pagi dari rumah di kawasan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, mereka menempuh jarak 20 kilometer dalam waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke Daycare Taman Main di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Di tempat inilah pasangan yang sudah menikah dua tahun ini menitipkan anak mereka Razazenda yang berumur sepuluh bulan.

Mereka memilih menitipkan Raza di Taman Main karena memang tidak ada anggota keluarga lain yang bisa menjaga. Beberapa kasus kejahatan yang dilakukan pengasuh kepada anak yang ditinggal orang tua di rumah membuat Azelia tak mau mengambil risiko. Renda memaklumi kegelisahan istrinya sehingga ia menyetujui keputusan Azelia. Taman Main menjadi pilihan setelah mereka membandingkannya dengan empat tempat penitipan anak lain. Mereka menilai fasilitas, kebersihan, kemampuan pegawai, dan program Taman Main cukup layak. Azel dan Renda berharap tumbuh kembang Raza dapat terjamin sepenuhnya. Bisa dimengerti, mereka sudah menyisihkan lebih dari seperempat gaji demi membayar biaya bulanan penitipan di Taman Main.

Hari itu pengasuh bernama Shafna menyambut mereka di teras penitipan. Azel tak pernah rela harus berpisah dengan anaknya. Ia selalu mencoba berlama-lama memeluk, menatap, bercanda, dan mengingat aroma ‘asam’ sang buah hati. Tapi, detak jam di dinding adalah lonceng yang mengingatkan mereka bahwa sudah waktunya menuju tempat kerja.

Dari Taman Main, Azel melanjutkan perjalanan menuju kantornya di Kedoya, Jakarta Barat, yang berjarak 18 kilometer, sementara Renda bergegas menuju tempatnya bekerja di kawasan Kramat, Jakarta Pusat.

Di sela waktu kerja, Azel yang bekerja sebagai produser di salah satu stasiun televisi berita selalu menyempatkan memerah air susu sibu sebagai stok untuk diminum Raza selama di Daycare. Ia
menargetkan minimal 400 mililiter sesuai jumlah yang dibutuhkan Raza selama dititipkan.

Senja datang, jam pulang pun tiba dan Azel dan Renda dari tempat masing-masing bergegas menemui Raza di Taman Main. Mereka saling memberi kabar siapakah yang lebih dulu melihat wajah manis Raza.

 


Agoes Rudianto

Agoes menyelesaikan studi Ilmu Komunikasi di Universitas Sebelas Maret, Solo, pada 2011. Mulai menekuni fotografi saat bergabung dengan UKM Fisip Fotografi Club (FFC) di kampus. Setelah lulus kuliah, ia bergabung dengan salah satu media cetak lokal selama tujuh tahun. Dalam tiga tahun terakhir, ia aktif berkontribusi sebagai fotografer pada Kantor Berita Turki. Ia mengikuti berbagai pameran, salah satunya yang diselenggarakan di The Museum of Drug Policy di New York, Amerika Serikat.