HABIBIE
Subekti, Koran Tempo

Keterbatasan fisik bukan halangan untuk memetik manisnya sukses. Itulah pilihan yang diambil oleh seorang Habibie Afsyah, penderita Becker Muscular Dystropy. Penyakit akibat mutasi gen ini membuat tubuhnya mengecil dan nyaris lumpuh. Saat berusia 8 bulan, dokter mendiagnosis telah terjadi kerusakan di otak kecil yang menyerang fungsi saraf motoriknya. Pertumbuhan Habibie terganggu. Kala anak-anak seusianya bermain bola, Habibie kecil menghabiskan hari-hari di atas kursi roda.

Habibie pernah frustasi, namun ia tak membiarkan diri larut. Di tengah keterbatasan, ia terus mendaki jenjang-jenjang pendidikan formal. Setamat sekolah menengah atas, ia mengikuti berbagai seminar dan pelatihan yang memperkenalkannya ke dunia internet marketing. Walau harus bersaing dengan mereka yang normal jasmani, jiwa kompetisi dalam diri Habibie tak pernah padam.

Semangat inilah yang ingin ditularkan Habibie kepada teman-teman yang memiliki keterbatasa fisik. Dengan kisah hidupnya, Habibie memotivasi mereka. Dengan keterampilannya sebagai internet marketer, Habibie membekali mereka. Selain aktif sebagai pengajar teman-teman difabelnya, ia juga kerap hadir sebagai pembicara dalam seminar umum di sejumlah kampus dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Di sela-sela kesibukan, Habibie masih menyempatkan diri bertemu dengan para blogger yang dikenalnya dari dunia maya. Kelompok kecil ini kerap melakukan kopi darat di kamar Habibie. Dari ruang berukuran 3×4 meter itu, mereka saling berbagi pengalaman, tips, hingga canda tawa.

Di balik tokoh luar biasa, selalu ada sosok yang menginspirasi hidup mereka. Bagi Habibie, ibunda merupakan sosok tersebut. Ia adalah Endang Setyati. Wanita yang akrab disapa “Ibu Habibie” ini begitu setia melimpahkan kasih sayang pada putranya.

Dengan dua jari kanan yang masih aktif, Habibie menjalani multiperan sebagai pengajar, motivator sekaligus internet marketer. Bagi laki-laki kelahiran 1988 ini, sukses adalah kodrat setiap manusia, terlepas bagaimanapun kondisi fisik seseorang.

“Jangan menyerah pada keadaan. Asal ada kemauan kuat, bagaimanapun keadaannya, setiap orang bisa sukses,” kata Habibie.